Oleh : Dwi Wulandari, S.Pd*
Sekolah merupakan tempat untuk mendapatkan ilmu agar bisa tercapai cita-cita, membina, membimbing dan mengatasi siswa yang bermasalah . Orang tua menginginkan dengan sekolah nantinya anak-anak mereka akan mendapatkan masa depan yang baik. Hal ini menjadi tugas guru untuk bisa memberikan ilmu dan juga sekaligus membimbing siswa dalam mengatasi masalah mereka. Ketika ada kasus siswa sering terlambat maka guru harus menggali sebab keterlambatan siswa tersebut. Untuk itu diperlukan penanganan secara interpersonal Bimbingan dan Konseling. Home visit adalah salah satu jenis kegiatan pendukung layanan bimbingan dan konseling yang dilakukan guru BK dalam rangka mengumpulkan dan melengkapi data atau informasi tentang siswa, dengan cara mengunjungi rumah siswa untuk membantu penyelesaian masalah yang sedang dihadapi siswa (Akhmad Sudrajat:2011).
Bimbingan dan Konseling disekolah dibutuhkan oleh siswa untuk mencapai kemandirian dan penyelesaian masalah. Setiap konseli memiliki masalah dengan latar belakang yang berbeda meskipun kadang kasusnya sama. Masalah itu muncul karena faktor perhatian orang tua yang kurang, keadaan ekonomi yang rendah, tinggal dengan kakek nenek, dan juga karena teman pergaulan yang salah. Dari hal tersebut akhirnya disekolah muncul masalah tidak mempunyai motivasi mengikuti pelajaran, sering tidak mengerjakan PR, sering tidak masuk sekolah, terlambat datang kesekolah.
Untuk bisa membantu pemecahan masalah yang dialami oleh siswa guru BK memerlukan data yang lengkap. Akan tetapi data secara detail sulit didapatkan kalau hanya mengandalkan data dari sekolah, ataupun hanya informasi dari guru mapel, wali kelas, ataupun teman sekelas. Data tentang konseli harus didapatkan lengkap dengan tujuan supaya tepat dalam memberikan solusi ataupun membimbing klien. Himpunan data mengenai diri pribadi, keluarga dan lingkungan rumah sangat diperlukan. Data-data tersebut dalam BK bisa didapatkan melalui kegiatan kunjungan rumah atau yang dikenal dengan “Home Visit”.
Pada kegiatan ini guru BK akan bertatap muka dan berkomunikasi langsung mengenai masalah – masalah dan keluhan dengan konseli dan juga orang tua atau wali dari siswa tersebut. Dengan home visit konselor juga akan mengetahui langsung data tentang kondisi keluarga, susana rumah, lingkungan klien, fasilitas belajar, dan juga hubungan antar angota keluarga. Keterbukaan antara orang tua dan guru tentang perilaku anak di sekolah maupun di rumah menjadi hal yang penting agar konselor bisa mendapatkan data yang detail. Selain itu konselor juga harus sopan,gunakan bahasa yang sederhana agar mudah dimengerti, sabar dan hindari pertanyaan-pertanyaan yang sensitif, dapat mengelola waktu dengan baik jangan terlalu lama, dan tunjukan juga bahwa konselor benar-benar peduli dengan siswa.
Masalah yang ditemukan dari kegiatan home visit harus dikomunikasikan dengan guru yang lain agar mendapatkan cara untuk membantu siswa dalam menyelesaikan masalahnya. Kerja sama antar guru, dan keterlibatan orang tua / wali sangat membantu dalam keberhasilan penentuan solusi terbaik. Penting meningkatkan kegiatan home visit karena akan sangat membantu guru BK dalam membantu klien memecahkan masalah secara tepat. Diharapkan juga dengan kegiatan home visit ini orang tua menjadi lebih perhatian terhadap anaknya. Dan hubungan baik akan terjalin antara orang tua, guru dan siswa.
* Dwi Wulandari ; Guru BK SMP N 1 Kemangkon
Copyright © 2017 - 2026 SMP N 1 KEMANGKON All rights reserved.
Powered by sekolahku.web.id